Hasan dan Husain merupakan putra dari Ali bin Abu Thalib. Pada suatu hari Hasan dan Husain melihat seseorang yang sudah tua berwudhu, orang tua itu wudhunya sangat tidak baik. Dan hasan dan husain pun sekali mengajari orang tua tersebut. Hasan dan Husain pun mendekati kakek tua tersebut dan mengatakan bahwa mereka sama-sama mengklaim dirinya (Hasan dan Husain) masih kurang sempurna ketika wudhu. Dan Hasan dan Husain pun meminta kepada seorang kakek tua tersebut untuk menjadi wasit agar dapat menilai wudhu antara Hasan dan Husain. Orang tua itu pun meminta Hasan untuk berwudhu terlebih dahulu dan kemudian diikuti oleh saudaranya yaitu Husain. Setelah keduanya berwudhu, orang tua itu berkata, "Aku lah yang tidak mengerti bagaimana berwudhu. Dua anak ini telah mengajarkannya kepadaku"
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Hasan dan Husain
1. Hasan dan Husai memberi nasehat dengan lemah lembut dan santun. Keduanya mencari jalan yang dapat menyampaikan nasehat mereka kepada tua itu. Jalan itu ialah dengan cara meminta orang tua itu menjadi seorang wasit untuk menilai wudhu mereka. Dan jika mereka menggunakan nasihat dengan cara kain maka hasilnya akan berbeda.
2. Hasan dan Husain tidak menegur atau memarahi orang yang tidak mengerti cara berwudhu yang benar, meskipun dia sudah tua. Dan Hsan dan Husain tidak menghina orang tua tersebut jika mereka menasihati dengan menghina terlebih dahulu pasti nasihatnyaakan tidak diterima.
3. Hasan dan Husai berbicara dan memberi naseihat kepada orang tua itu dengan hati-hati sehingga orang tua itu menerima nasihatnya, dan menyadari bahwa wudhu yang dikerjkannya itu salah.
4. Hasan dan Husain mengaplikasikan sunnah kakeknya - Nabi Muhammad saw di dalam menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Hasan dan Husain
1. Hasan dan Husai memberi nasehat dengan lemah lembut dan santun. Keduanya mencari jalan yang dapat menyampaikan nasehat mereka kepada tua itu. Jalan itu ialah dengan cara meminta orang tua itu menjadi seorang wasit untuk menilai wudhu mereka. Dan jika mereka menggunakan nasihat dengan cara kain maka hasilnya akan berbeda.
2. Hasan dan Husain tidak menegur atau memarahi orang yang tidak mengerti cara berwudhu yang benar, meskipun dia sudah tua. Dan Hsan dan Husain tidak menghina orang tua tersebut jika mereka menasihati dengan menghina terlebih dahulu pasti nasihatnyaakan tidak diterima.
3. Hasan dan Husai berbicara dan memberi naseihat kepada orang tua itu dengan hati-hati sehingga orang tua itu menerima nasihatnya, dan menyadari bahwa wudhu yang dikerjkannya itu salah.
4. Hasan dan Husain mengaplikasikan sunnah kakeknya - Nabi Muhammad saw di dalam menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.