Translate

Tuesday, 18 February 2014

Nasihat Hasan dan Husain

Hasan dan Husain merupakan putra dari Ali bin Abu Thalib. Pada suatu hari Hasan dan Husain melihat seseorang yang sudah tua berwudhu,  orang tua itu wudhunya sangat tidak baik. Dan hasan dan husain pun sekali mengajari orang tua tersebut. Hasan dan Husain pun mendekati kakek tua tersebut dan mengatakan bahwa mereka sama-sama mengklaim dirinya (Hasan dan Husain) masih kurang sempurna ketika wudhu. Dan Hasan dan Husain pun meminta kepada seorang kakek tua tersebut untuk menjadi wasit agar dapat menilai wudhu antara Hasan dan Husain. Orang tua itu pun meminta Hasan untuk berwudhu terlebih dahulu dan kemudian diikuti oleh saudaranya yaitu Husain. Setelah keduanya berwudhu, orang tua itu berkata, "Aku lah yang tidak mengerti bagaimana berwudhu. Dua anak ini telah mengajarkannya kepadaku"

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Hasan dan Husain
1. Hasan dan Husai memberi nasehat dengan lemah lembut dan santun. Keduanya mencari jalan yang dapat menyampaikan nasehat mereka kepada tua itu. Jalan itu ialah dengan cara meminta orang tua itu menjadi seorang wasit untuk menilai wudhu mereka. Dan jika mereka menggunakan nasihat dengan cara kain maka hasilnya akan berbeda.

2. Hasan dan Husain tidak menegur atau memarahi orang yang tidak mengerti cara berwudhu yang benar, meskipun dia sudah tua. Dan Hsan dan Husain tidak menghina orang tua tersebut jika mereka menasihati dengan menghina terlebih dahulu pasti nasihatnyaakan tidak diterima.

3. Hasan dan Husai berbicara dan memberi naseihat kepada orang tua itu dengan hati-hati sehingga orang tua itu menerima nasihatnya, dan menyadari bahwa wudhu yang dikerjkannya itu salah.

4. Hasan dan Husain mengaplikasikan sunnah kakeknya - Nabi Muhammad saw di dalam menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.

Monday, 17 February 2014

SABAR

Pada hakekatnya sabar ini merupakan perilaku yang sangat di cintai oleh Allah, dan sifat sabar ini pada dasarnya agar kita meneladani sifat Allah As-Sabur yang mempunyai arti yang Maha sabar. Dengan kita mempunyai sifat sabar ini berarti kita sedang melakukan suatu perbuatan yang dapat menambah iman kita, karena orang yang senantiasa bersabar ialah orang yang sedang berjuan untuk tetap teguh pada pendiriannya agar tidak terjerumus terhadap jebakan setan dan senantiasa selalu taat terhadap perintahnya.
Memang kata sabar ini merupakan kata yang sangat mudah dibaca dan diingat akan tetapi jika kita menanamkan pada diri sendiri dan kita melaksanakannya akan sangat sulit. karena hanya orang yang beriman, bertaqwa dan mencari keridhaan-Nya yang mampu melakukannya. Allah ta'ala berfirman yang artinya
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru tuhan-Nya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridaan-Nya" (Al- Kahfi : 28)
Dari ayat di atas sudah barang tentu jelas kalau kita diminta untuk bersabar besama-sama orang yang sabar pula tentunya orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dan mencari bekal untuk kehidupan selanjutnya. Hal ini berarti kita harus selalu berdabar dalam melakukan kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu dengan bersabar mematuhi perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-laranganNya, dengan begitu insyallah keimanan kta akan semakin bertambah dan kita akan lebih cinta kepada Allah dan Allah pun akan lebih cinta kebada kita, kita pun akan menjadi hambanya yang beruntung. Hal ini dituliskan Allah dalam surah Ali Imron ayat 200 
" Hai orang-orang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranu dan tetaplah bersiaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung"

Demikian semoga kita menjadi seorang yang beruntung dan mendapatkan apa yang kita inginkan yaitu "SURGA"

Saturday, 15 February 2014

"Hari Kiamat"

Hari kiamat ini pasti akan terjadi, hanya saja entah kapan waktunya akan tiba. Hari kiamat ini merupakan hari dihancurkannya alam semesta ini. Dengan begitu hari kiamat ini hari akhir makhluk yang ada di dunia ini. Hari kiamat juga sering disebut dengan hari akhir, dinamakan hari akhir karena tidak ada hari setelah itu. Hanya saja pada hari kiamat akan ditegakkan keadilan Allah atas seluruh manusia, mereka yang beriman dan beramal salah akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan, sedangkan yang berbuat dosa akan menyesal atas perbuatannya. Hal ini merupakan hari pertanggungjawaban manusia dimana tidak akan ada satu pun manusia yang lolos dari pengawasan Allah . Allah menggambarkan tentang hari kiamat di dalam Al-Qur'an  yaitu surat al-Qari'ah ayat 1-11 yang artinya
"Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? dan tahukah kamu hari kiamat itu? Pada hari itu manusia sepertilaron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan thukah kamu apakah nerakan Hawiyah itu? api yang sangat panas"
Dari ayat di atas ini merupakan gambaran bagi kita semua bahwa adanya hari kiamat ini akan benar-benar terjadi dan tidak bisa di pungkiri lagi. Sebagai seorang muslim tentunya kita wajib menykini bahwa hari kiamat itu akan datang, dengan kita meyakini hal tersebut secara langsung akan menambah keimanan kita, karna dengan mengingat hari kiamat tentunya kita akan lebih mengingat Allah yang telah menciptakan bumi dan menghancurkan bumi bahkan alam semesta ini. Hal ini berarrti ruh kita akan kembali lagi kepada tuhan yang maha pencipta yaitu Allah SWT.  Semoga kita akan lebih meningkatkan keimanaan kita menjadi seorang muslim yang senantiasa melalu mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Amin


"TOBAT"

Tobat merupakan suatu tindakan atau perbuatan penyesalan atas dosa dan kesalahan yang dilakukan. Fungsi tobat pada dasarnya yaitu menghapuskan dosa seseorang dari perbuatan yang menimbulkan dosa, karena setiap mnusia tidak ada yang luput dari kesalahan dan dosa, baik kesalahan terhadap manusia maupun kesalahan oleh dirinya sendiri yaitu berbuat maksiat kepada Allah.
Kesalahan yang berhubungan dengan Allah misalnya tidak melakukan salat lima waktu, minum khamer, tidak berpuasa di bulan ramadhan. Sementara kesalahan yang berhubungan dengan manusia misalnya mencuri, membunuh, membohongi orang tua, dan menyakiti hati teman kita dan kesalahan yang berhubungan dengan manisia ini sebenarnya akan berdampak pada kerugian kepada orang lain.
Tentunya kita sudah tahu bukan? kisah adam dan hawa yang diturunkan dari surga ke bumi atas kesalahan yang telah adam dan hawa lakukan. Sebenarna Allah telah menerima tobatnya dari nabi Adam dan hawa sehingga mereka tidak di turunkan ke neraka akan tetapi di turunkan ke bumi. Allah menerima tobat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan yang telah mereka lakukan. Tetapi harapan untuk tetap tinggal di surga telah hilang. Karena telah melanggar larangan Allah, Adam dan Hawa harus turun ke bumi. Berfirmanlah Allah kepada mereka, " Turunlah kamu!kamu akan salang bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan mu sampai waktu yang telah di tentukan"
Sementara dari kisah Adam dan Hawa tersebut ada salah satu pelajaran berharga yang dapat kita ambil yaitu bahwa seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidak seharusnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Asalkan ia menyadari kesalahannya dan bertobat tidak akan mengulanginya kembali . Rahmmat Allah maghfirahnya akan menghapuskan dosa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya, kecuali perbuatan syirik. Bagaimana pun besar dosa itu, asalkan diikuti dengan kesadaran bertobat dan pengakuan kesalahan, tentu akan diampuni.
Semoga Allah akan mengampuni dosa kita semua jika kita melakukan tobat.amin